Apakah Penderita Asma Bisa Terlepas Dari Obat-obatan?

Penting untuk Anda ketahui, bahwa tujuan awal dari proses memulihkan seseorang dari penyakit asma yaitu, seorang pasien harus mendapatkan pola hidup yang memang jauh lebih baik dari sebelumnya, gejala asma yang memang harus bisa di kontrol, serta berkurangnya serangan secara mendadak. Maka dari itu, seorang pasien yang menderita asma ini seharusnya patuh dalam mengkonsumsi obat-obatan yang memang di berikan oleh dokter.

Asma sendiri merupakan salah satu gejala terjadinya peradangan kronik terhadap saluran pernapasan yang memang bisa menyebabkan gejala episodik yang berulang-ulang yang mana seperti mengi, keadaan sesak napas, keadaan dada yang terasa berat, serta batuk. Umumnya gejala-gejala ini akan dirasakan paling berat ketika malam hari atau bahkan ketika masih pagi.

“Gejala episodik tersebut berhubungan dengan sumbatan saluran napas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan,” ungkap Prof.dr.Nirwan Arief, Spesialis Paru Konsultan yang bertugas di RS.Siloam Asri di Jakarta yang di kutip dari health.detik (07/11/2015).

Untuk terapi asma sendiri, bisa Anda lakukan dengan cara penggunaan obat untuk pengontrol serta pelega penyakit tersebut. Obat yang bermanfaat sebagai pengontrol ini jauh lebih baik sebagai pencegah munculnya serangan penyakit asma, dan hal tersebut si pasien bisa ada dalam kondisi yang tetap terkontrol.

Sedangkan untuk obat pelega sendiri, sangat bermanfaat dan mampu bekerja dengan sangat cepat dan ampuh dalam proses melebarkan atau memperbesar saluran sistem pernapasan, terutama ketika penyakit asma ini mulai menyerang serta bisa menghilangkan penyakit sesak napas yang memang sering menghampiri secara tiba-tiba.

Umumnya, jenis penyakit asma ini memang bisa di kontrol dengan baik oleh si penderita, namun berdasarkan ungkapan dari Dr.Ratnawati, MCH, Sp.P(P), proses dalam terapi penyakit asma sendiri kerap kali dirasa tidak memuaskan yang diakibatkan oleh ketidak patuhan si penderita dalam penggunaan jenis obat inhaler.

“Penyebabnya bisa karena kesulitan menggunakan inhaler, jumlah obat terlalu banyak, takut efek samping, hingga kesalah pahaman mengenai asma dan terapinya,” ungkap Ratnawati.

Walaupun jenis penyakit ini tidak bisa di sembuhkan hingga total, namun nyatanya pasien yang menderita asma tidak perlu untuk mengandalkan sejumlah obat asma selama menjalankan hidupnya. Karena berdasarkan ungkapan dari Prof.Hadirto Mangunnegoro, SpP(K), dan hal ini lebih menjurus terhadap para pasien anak-anak bahkan balita.

“Jika beruntung, penderita asma bisa sembuh. Anak-anak yang ketika muncul gejala asma langsung ditangani dengan baik bisa lepas obat,” ungkapnya.

Bukan hanya masalah usia yang memang masih terbilang muda, namun agar seseorang bisa terlepas dari obat-obatan penyakit asma, pasien tersebut juga harus sering melakukan proses terapi penyakit asma secara patuh. Dan jika penyakit asma yang di derita sudah bisa terkontrol, dan selama 3 bulan keadaan si pasien mulai membaik, maka dosis obat bisa di turunkan oleh dokter.

Nah, jika pasien tersebut mulai mengalami perubahan dalam kondisi tubuhnya dan mulai membaik dalam segi penyakit asmanya, maka pemberian obat untuk pasien tersebut bisa di hentikan dnegan cepat. Dan itu artinya pasien tersebut tidak akan selamanya tergantung dengan obat-obatan penyakit asma.

Related Posts

Share This