Apa Saja Penyebab Meninggalnya Janin Dalam Kandungan?

Hai bumil! Apakah Anda tahu, kalau ternyata banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan kematian pada janin dalam kandungan. Terjadinya kematian janin ini bisa karena janinnya itu sendiri atau bahkan kondisi dari ibu hamil yang memang sedang dalam keadaan tidak sehat.

Nah, berikut ini ada beberapa penyebab kematian bayi dalam kandungan yang harus Anda ketahui serta pahami, yaitu sebagai berikut:

  1. Gawat janin

Melalui tali pusat, nutrisi serta oksigen yang dibutuhkan oleh janin dalam kandungan di alirkan. Jika tali pusat terpelintir, pastinya suplay makanan akan terganggu untuk si janin, bahkan bisa terhenti. Biasanya hal ini terjadi karena adanya gerakan janin yang begitu berlebihan, terutama untuk gerakan yang satu arah. Jika suplay makanan atau nutrisi juga oksigen terhenti kepada janin, maka bisa menyebabkan kematian pada janin dalam kandungan, dan ini bisa menjadi penyebab janin meninggal dalam kandungan.

  1. Kehamilan lewat waktu

Umumnya kehamilan hanya berkisar 42 minggu. Dan jika lebih dari waktu yang ditentukan, maka kehamilan bisa di anggap lewat waktu. Pada kondisi ini, plasenta akan mengalami penuaan, sehingga fungsi dari plasenta ini akan berkurang, yang nantinya di khawatirkan bisa menyebabkan jnin kekurangan asupan nutrisi serta oksigen. Bukan hanya itu, nantinya cairan ketuban juga akan menjadi kental serta berwarna hijau, yang jika terisap oleh janin dan masu kedalam paru-paru bisa menyebabkan keracunan pada janin.

  1. Penyakit ibu dan infeksi

Adanya gangguan penyakit yang di alami oleh ibu hamil juga bisa membuat tumbuh kembang janin menjadi terhambat. Misalkan seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, serta adanya gangguan kekurangan gizi pada ibu hamil. Jika ibu hamil terserang penyakit-penyakit ini, maka nantinya bisa mengurangi asupan nutrisi kepada janin, sehingga janin yang ada di dalam kandungan tidak bisa tumbuh dengan baik. Bukan hanya itu, infeksi bakteri atau bahkan infeksi virus juga nantinya bisa membuat tumbuh kembang janin menjadi terganggu, sehingga resiko kematian janin bisa jauh lebih besar.

  1. Kelainan genetik dan bawaan

Adanya kelainan genetic, misalkan adanya kelainan terhadap kromosom janin, dan hal ini bisa membuat pertumbuhan janin menjadi terhenti.

  1. Trauma saat hamil

Seorang ibu hamil yang mengalami kecelakaan serta terjadinya benturan terhadap perut ibu hamil bisa berakibat plasenta menjadi terlepas. Walaupun hanya sebagian yang terlepas, namun kondisi ini tetap bisa menyebabkan pendarahan pada ibu hamil, sehingga asupan nutrisi juga oksigen ke dalam janin bisa menjadi terhenti.

Nah, itulah beberapa penyebab yang bisa menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan meninggal. Jika Anda tidak menginginkan hal ini terjadi kepada Anda juga janin yang ada di dalam kandungan Anda, maka Anda harus bisa lebih berhati-hati lagi serta memperhatikan asupan makanan Anda. Berilah perhatian lebih kepada janin yang ada di dalam kandungan.

Related Posts

Share This