Anda Tidak Perlu Takut ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan! Ini Alasannya

Ketika Anda hamil, maka sebenarnya produksi ASI sudah di mulai ketika usia kehamilan memasuki usia 16 minggu. Walaupn jumlah ASI yang di produksi ASI berbeda antara ibu satu dengan yang lainnya, namun dalam sebagian besar kasus, ASI akan keluar dengan sendirinya setelah proses melahirkan selesai. Namun, ada beberapa kasus diantaranya, ASI yang memang tidak bisa langsung keluar walaupun si janin yang ada di dalam kandungan sudah dilahirkan.

Ada beberapa diantaranya para ibu baru yang mengeluhkan bahwa banyaknya ASI yang di keluarkan sangatlah tidaklah banyak, bahkan bisa di katakan kurang. Bukan hanya itu, ada pula para ibu baru yang mengeluh harus menunggu sangatlah lama agar mereka bisa mengeluarkan ASI guna diberikan kepada si kecil yang memang baru saja terlahir ke dunia ini.

Berdasarkan uraian dari dr Candra Wijaya, yang berasal dari Health Team Coordinator Wahana Visi Indonesia, yang di lansir dari healt.detik.com menyebutkan, bahwa dalam keadaan ini, umumnya para ibu baru akan merasakan ketakutan. Bahkan si ibu juga sejumlah keluarga terdekat akan berpikir kalau si kecil akan tetap merasa haus dan lapar jika ASI yang keluar sedikit, sehingga si kecil akan terus menerus menangis dalam waktu yang cukup lama.

Ketika di wawancarai pada acara konferensi pers Wahana Visi Indonesia yang di gelar di gedung Gandaria City, Jakarta, dr Candra mengatakan, “padahal kalau bayi menangis sesaat setelah dilahirkan, belum tentu hanya karena dia lapar, ada beberapa alasan lainnya juga. Misalnya karena dia merasa tidak nyaman dengan tempat atau suhu sekitar.” Dikutip dari helath.detik (9/8/2015).

Dengan begitu, banuyak diantaranya ibu-ibu baru yang tergoda untuk memanfaatkan susu kemasan atau susu formula, hal ini dikarenakan ASI yang masih saja belum keluar sampai proses persalinan selesai. Padahal, seharusnya mereka menghadapi keadaan seperti ini jauh lebih tenang. Karena berdasarkan ucapan dari dr Candra, kondisi lambung yang dimiliki oleh si kecil hanyalah berukuran sebesar kelereng. Maka dengan si kecil mengkonsumsi beberapa tetes saja ASI, maka si kecil sudah bisa merasakan kalau dirinya tidak merasa lapar lagi.

“Jangan buru-buru ambil keputusan untuk memberi sufor (susu formula). Yang penting si bayi terus berada di dekapan si ibu. Jadi selama 2×24 jam meskipun tidak ada asupan makanan, tidak apa-apa,” jelasnya.

Bukan hanya itu, kehangatan juga interaksi antara kulit si kecil dengan ibu mampu memberikan sebuah rangsangan terhadap produksi prolactin juga oksitosin terhadap ibu. Dan keadaan hormon tersebutlah yang nantinya memiliki peranan penting dalam memproduksi pasokan ASI.

Maka dari itu, jika si kecil tidak bisa di susui sesaat setelah mereka lahir, maka itu bukanlah satu hal yang serius, namun dengan satatan si kecil harus tetap berada di dalam pelukan sang ibu. Dan itulah yang juga dikatakan oleh dr Candra.

Maka dari itu, ketika ASI atau air susu Anda belum keluar huga sampai proses persalinan selesai, maka sebaiknya Anda bersabar dalam menghadapi kondisi seperti ini. Karena dengan Anda merasa khawatir juga cemas, maka hal ini mampu mempengaruhi produksi ASI Anda bagi si kecil.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517