Alasan yang Mengharuskan Bunda Melahirkan Sesar

Keputusan untuk melahirkan sesar baik yang direncanakan ataupun yang tidak di rencanakan memang harus di ambil dengan satu alasan yang kuat. Dan operasi yang dilakukan tanpa adanya perencanaan akan di putuskan beberapa saat sebelum janin yang ada di dalam kandungan di lahirkan. Dan proses melahirkan sesar yang di rencanakan, biasanya telah di prediksi sebelumnya oleh dokter, yaitu dengan adanya pertimbangan jika bayi di lahirkan dengan cara normal akan mengancam keselamatan jiwa ibu juga bayi yang ada di dalam kandungan.

melahirkan secara sesar

Sebagai bentuk informasi penting bagi bunda, berikut ini ada beberapa alasan yang mengharuskan bunda melahirkan secara sesar, yaitu sebagai berikut:

Kondisi ibu

  1. Lingkar rongga panggul lebih kecil dibanding ukuran janin.
  2. Adanya kelainan panggul, atau akibat operasi di daerah panggul sebelumnya.
  3. Ibu menderita penyakit seperti jantung, paru-paru, hipertensi.
  4. Adanya gangguan di jalan lahir, seperti tumor.
  5. Ada riwayat operasi pada rahim yang menembus endometrium, seperti operasi tumor kandungan (miom), bekas Caesar kurang dari 2 tahun, atau bekas Caesar 2 kali.
  6. Ibu berusia lebih dari 35 tahun saat melahirkan pertama kali.

Kondisi Janin

  1. Bayi besar (makrosomia) dengan berat lebih dari 4000 gram.
  2. Kelainan letak plasenta, seperti menutupi seluruh atau sebagian jalan lahir (previa total/sebagian).
  3. Kelainan letak janin, misalnya melintang.
  4. Terjadi gangguan janin (fetal distress).
  5. Kelainan janin, hidrosefalus (kepala berisi cairan), kembar siam, dan lain-lain.

Nah, sebelum operasi sesar di lakukan, bunda akan di bius oleh dokter ahli agar bunda tidak merasakan sakit ketika operasi berjalan. Cara untuk membius ada dua macam, yaitu ada yang di lakukan secara regional atau bius umum.

Setelah proses pembiusan, operasi akan berlanjut. Biasanya operasi di lakukan dengan cara sayatan horizontal (mendatar) pada bagian kulit perut bagian bawah, atau juga di lakukan sayatan vertical, hal ini tergantung pada situasi serta hal yang menyulitkan saat dilakukannya operasi, atau bahkan otot perut biasanya tidak perlu untuk di potong. Setelah itu, akan di lakukannya sayatan pada rahim, dan cairan amnion akan di hisap, dan setelah itu bayi akan di Tarik keluar dengan sangat hati-hati. Biasanya operasi sesar ini dilakukan oleh dua orang dokter, yaitu seoarng dokter ahli obstetric juga seorang dokter asisten. Ketika bayi berhasil di Tarik keluar, tali pusar akan dijepit lalu dipotong, setelah itu plasenta yang ada di dalam kandungan di keluarkan, dan rahim akan diperiksa secara menyeluruh. Jika bunda melahirkan tanpa adanya riwayat operasi sesar yang bisa menyebabkan perletakan pada bagian rahim atau bahkan pengangkatan tumor di rahim sebelumnya, maka sampai pada tindakan ini diperlukan waktu sekitar 15 menit. Setelah bayi berhasil di lahirkan, maka dokter akan menjahit jaringan-jaringan yang tadi telah di potong.

Related Posts

Share This