Air Susu Ibu (ASI) Sebagai Nutrisi Yang Baik Untuk Bayi

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber makanan pokok untuk bayi yang baru lahir atau bayi di bawah usia 6 bulan. Pemberian ASI ekslusif sangat dianjurkan untuk bayi karena ASI memiliki berbagai macam manfaat untuk memenuhi zat gizi yang diperlukan oleh bayi dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kandungan gizi yang ada di dalam ASI sesuai dengan kebutuhan bayi pada setiap tahap pertumbuhannya. Selain itu kandungan zat gizi dalam ASI lebih unggul daripada susu formula. ASI mengandung gizi khusus yang akan membantu dalam perkembangan dan pertumbuhan otak anak.

Air Susu Ibu

Komponen Air Susu Ibu (ASI)

Lemak

Air susu manusia mengandung lemak untuk pertumbuhan otak yang biasa disebut DHA (decosahexaenoic acid) dan ARA (arachidonic acid), asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan syaraf. Dalam hal ini DHA sangat dibutuhkan untuk membangun myelin atau sarung pembungkus pada masing-masing syaraf yang membantu dalam rangsangan syaraf elektris untuk bergerak serta sampai ke tempat yang di tuju dengan lebih cepat.

Air susu ibu (ASI) mengandung enzim lipase yang membantu dalam proses mencerna lemak sehingga lebih banyak yang diserap oleh tubuh bayi dan hanya sedikit yang terbuang. Selain itu ASI juga mengandung lemak tak jenuh dan lemak jenuh yang sangat seimbang.

Protein

Komposisi protein yang terkandung dalam ASI berbeda dengan protein dalam susu formula. Kandungan protein dalam air susu ibu (ASI) sangat tinggi. Protein yang terkandung dalam air susu adalah kasein dan whey (air dadih). ASI mengandung lebih banyak whey yang sangat mudah diserap oleh sistem pencernaan bayi. Sedangkan pada susu formula atau susu sapi lebih banyak mengandung kasein yang sangat sulit dincerna oleh usus bayi. Kandungan kasein dalam ASI hanya 30% dan pada susu sapi sebanyak 80%.

Air susu ibu (ASI) lebih banyak mengandung asam amino yang sangat lengkap. Salah satu asam amino yang banyak dalam protein ASI adalah taurin. Kandungan asam amino taurin sangat berguna untuk perkembangan otak. Selain itu ASI sangat kaya akan nukleotida yang sangat berguna untuk membantu dalam meningkatkan pertumbuhan atau kematangan usus dan meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

Kolostrum

Kolostrum dihasilkan dalam jumlah sedikit, akan tetapi sesuai dan mencukupi untuk kebutuhan pencernaan bayi yang baru lahir. Kolostrum adalah cairan yang berwarna agak kekuning-kuningan yang dihasilkan oleh sel alveoli payudara seorang ibu yang pertama kali setelah melahirkan. Kolostrum sering disebut juga dengan istilah air susu yang pertama keluar. Kandungan immunoglobulin A yang ada pada kolostrum sangat berguna untuk melindungi bayi dari infeksi kuman dan melindungi bayi sampai sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan baik.

Vitamin

Kandungan vitamin E dalam ASI sangat tinggi terutama yang terkandung dalam kolostrum dan Air susu ibu pada transisi awal. Vitamin E berguna untuk ketahanan dari dinding sel darah merah. ASI mengandung vitamin A dan zat pembentuk vitamin A yaitu beta karoten. Fungsi dari vitamin A selain berguna untuk kesehatan mata, vitamin A juga berguna untuk sistem kekebalan tubuh, membantu pertumbuhan dan mendukung dalam pembelahan sel. Hampir semua jenis vitamin yang dapat larut dalam air terkandung di dalam ASI sepertiĀ  asam folat, vitamin C dan B.

Karbohidrat

Kandungan laktosa dalam ASI lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan laktosa yang ada pada susu sapi atau susu formula. Laktosa berguna untuk sumber energi bagi otak. Selain itu sistem pencernaan bayi akan mampu menyerap laktosa dari ASI dibanding dengan laktosa dari susu formula atau susu sapi.

Mineral

Kadar mineral dalam ASI tidak dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi oleh sang ibu. Kandungan mineral yang ada di dalam ASI memiliki kualitas yang lebih baik dan sangat mudah untuk diserap bila dibandingkan dengan mineral dalam susu formula.

 

Related Posts

Share This