6 Tanda Anak Autis Yang Perlu Anda Ketahui

Mendeteksi anak autis sejak dini memang tidak mudah. Dalam hal ini membutuhkan waktu hingga si kecil berusia 2 tahun. Bahkan menurut sebuah riset menyatakan bahwa tanda-tanda anak autis terdeteksi ketika menginjak usia 3 tahun. Tanda awal anak autis yang jelas terlihat dari segi fisik yaitu kesulitan dalam berjalan dan berbicara. Dengan kata lain bahwa anak autis akan mengalami keterlambatan dari segi pertumbuhan dan perkembangannya.

Berikut Tanda-tanda Anak Autis

  1. Kesulitan bersosialisasi

Salah satu tanda anak autis yaitu mengalami gangguan dalam hal bersosialisasi. Tanda yang bisa Anda kenali yaitu merasa canggung ketika berkumpul dengan orang lain, mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain dan merasa terasingkan ketika berkumpul bersama. Pada dasarny anak-anak yang menderita autis tidak bisa melakukan permainan berkelompok.

  1. Tidak menyukai kontak fisik

Tanda-tanda anak autis yang selanjutnya yaitu tidak menyukai kontak fisik dengan orang lain. Anak-anak autis cenderung tidak menyukai pelukan dari orangtuanya. Namun tidak semua anak autis menunjukan gejala seperti ini.

  1. Tidak menyukai suara keras dan cahaya terang

Anak-anak yang menderita autis cenderung tidak menyukai suara yang kerasa dan mengagetkan. Selain itu, anak autis juga tidak suka dengan kondisi cahaya yang terang. Kondisi tersebut dianggap sebagai gangguan bagi mereka. Pada dasarnya anak autis tidak menyukai perubahan yang terjadi secara tiba-tiba karena mereka harus mempersipkan diri terlebih dahulu.

  1. Kesulitan berempati

Pada sebagian kasus, anak autis mengalami kesulitan dalam berempati terhadap orang lain. Anak autis cenderung tidaka memperdulikan perasaan orang lain. Ketika ngobrol dan berbicara, anak autis lebih banyak berkomunikasi satu arah dan lebih banyak menceritakan dirinya sendiri.

  1. Gangguan berbicara

Pada kebanyakan kasus, anak autis mengalami kesulitan dalam berbicara. Dengan kata lain anak autis mengalami keterlambatan dari segi perkembangan berbicara. Selain itu, intonasi pada waktu berbicara cenderung menggunakan nada datar dan sedikit formal.

  1. Menyukai tindakan yang berulang

Anak autis cenderung menyukai tindakan yang berulang. Mereka akan melakukan aktivitas yang sama dalam beberapa waktu. Jika ada aktivitas baru alam kesehariannya maka akan membuat mereka merasa kterganggu.

Anak autis mengalami perkembangan yang tidak seimbang. Perkembangan dan kemampuan dalam satu bidang berlangsung dengan cepat, namun perkembangan dalam bidang yang lain akan terhambat. Salah satu contohnya yaitu kemampuan kognitif normal, akan tetapi kemampuan berbicara terganggu dan begitupun sebaliknya.

Pada dasarnya anak autis mengalami gangguan dalam hal koordinasi otak. Kondisi tersebut terjadi sejak dalam kandungan dan dipengaruhi oleh faktor genetik. Selain itu, lingkungan juga menjadi salah satu faktor penyebab anak autis. Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya dipastikan sebagai faktor utama.

Related Posts

Share This