6 Penyebab Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Penting untuk Anda ketahui, bahwa sangat banyak faktor yang bisa menjadi penyebab bayi meninggal dalam kandungan. Hal ini bisa dikarenakan janin itu sendiri, atau bahkan kondisi ibu yang tidaklah sehat.

Berikut ini ada beberapa penyebab kematian janin dalam kandungan yang harus Anda ketahui juga pahami, yaitu sebagai berikut:

  1. Gawat janin

Melalui tali pusar, nutrisi juga oksigen yang di butuhkan oleh janin yang ada di dalam kandungan di salurkan. Nah, jika tali pusar tersebut terpelintir, maka asupan gizi si kecil akan terhambat bahkan bisa terhenti. Biasanya, hal ini akan terjadi ketika adanya gerakan janin yang berlebihan, terutama gerakan yang satu arah. Dan hal ini bisa menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan mengalami permasalahan, bahkan bisa menyebabkan resiko meninggalnya bayi dalam kandungan karena kurangnya asupan nutrisi juga oksigen.

  1. Kehamilan lewat waktu

Umumnya, kehamilan diprediksi sampai usia 42 minggu. Namun jika lebih dari usia yang diprediksi, maka kehamilan dianggap akan melewati masa kelahiran. Bahkan di kondisi ini, plasenta akan mengalami penuaan, sehingga fungsi dari plasenta ini bisa berkurang, dan yang di khawatirkan akan menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan menjadi kekurangan asupan nutrisi serta oksigen. Bukan hanya itu, bahkan cairan air ketuban akan berubah menjadi kental, dan jika terisap oleh janin dan masuk kedalam paru-paru bisa menimbulkan keracunan, infeksi, sampai bayi meninggal dalam kandungan.

  1. Golongan darah janin tidak cocok dengan ibu

Kemungkinan lainnya, darah ibu yang tidak cocok dengan janin yang ada di dalam kandungan. Misalkan seperti golongan darah A, B, dan O. Dan janin yang ada di dalam kandungan bisa saja memiliki golongan darah A atau bahkan golongan darah B, sementara ibu memiliki golongan darah O, atau bahkan bisa saja sebaliknya. Dan ketidak cocokan ini bisa membuat oksigen juga nutrisi kesulitan masuk ke dalam janin.

  1. Penyakit ibu dan infeksi

Bukan hanya itu, adanya gangguan penyakit yang dialami oleh ibu hamil bisa membuat pertumbuhan janin yang ada di dalam kandungan menjadi terhenti. Dan gangguan penyakit seperti diabetes, jantung atau bahkan hipertesis bisa mengurangi asupan nutrisi ke janin, sehingga bisa membuat janin menjadi terganggu dalam pertumbuhannya, atau bahkan bisa menyebabkan kematian pada janin yang ada di dalam kandungan.

  1. Kelainan genetik dan bawaan

Adanya kelainan genetic, misalkan adanya kelainan terhadap kromoson janin dalam kandungan, dan hal ini bisa membuat pertumbuhan janin menjadi terhenti.

  1. Trauma saat hamil

Seorang ibu hamil yang mengalami kecelakaan serta adanya benturan di bagian perut bisa mengakibatkan plasenta terlepas. Walaupun hanya sebagian yang terlepas, namun kondisi ini tetap bisa menyebabkan pendarahan, sehingga asupan oksigen serta nutrisi kepada janin bisa langsung terhenti.

Related Posts

Share This