6 Penyebab Bayi Lahir Prematur yang Harus Diketahui Bumil

Penyebab bayi lahir prematur. Setiap orangtua pastinya menginginkan kelahiran bayi yang normal. Umumnya, kehamilan norlam akan berlangsung kurang lebih selama 40 minggu, usia kehamilan ini terhitung dari terakhir menstruasi.

Sementara itu, jika persalinan terjadi di usia kehamilan sebelum minggu 37, maka persalinan tersebut di sebut dengan proses persalinan premature, dan nantinya bayi yang lahir juga disebut dengan bayi premature.

Yang jadi pertanyaan saat ini, apa penyebab bayi prematur? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk kita simak sama-sama beberapa penyebab bayi lahir prematur, yaitu sebagai berikut:

  1. Infeksi oral

Penyebab kelahiran prematur yang pertama yaitu adanya infeksi oral. Para peneliti telah menunjukkan, bahwa infeksi oral, kerusakan gigi, radang gusi serta mulut bisa menyebabkan pelepasan sejumlah hormon yang ada di dalam tubuh yang nantinya bisa menyebabkan proses persalinan premature.

  1. Stres

Ketika Anda merasakan stress, maka umumnya tubuh akan melepaskan beberapa hormon kortisol serta hormon stress lainnya. Dan sejumlah hormon yang terlepas tersebut nantinya mampu menghambat transferan nutrisi ke janin melalui plasenta, dan hal tersebut mengakibatkan berat badan bayi ketika lahir menjadi sangat rendah, bahkan penurunan perkembangan janin dalam kandungan juga bisa menjadi penyebab bayi lahir prematur.

  1. Olahraga yang berlebihan

Memang benar, olahraga ringan selama kehamilan memang penting. Karena olahraga ringan yang di lakukan selama kehamilan bisa mengurangi penyakit diabetes selama kehamilan berlangsung. Akan tetapi, ketika Anda melakukan olahraga berat semasa hamil, maka hal tersebut sangat tidak dianjurkan, bahkan olahraga ini bisa menyebabkan proses persalinan premature terjadi, hal buruknya janin dalam kandungan akan mengalami kematian.

  1. Usia wanita saat hamil

Wanita yang hamil di bawah usia 17 tahun atau bahkan lebih dari usia 35 tahun umumnya akan memiliki resiko yang lebih tinggi mendapatkan proses persalinan secara premature, bahkan bisa mengalami keguguran atau janin meninggal dalam kandungan.

Mengapa demikian? Karena seorang wnaita yang masih muda masih memiliki kondisi rahim yang belum berkembang secara sempurna, sedangkan untuk wanita yang hamil di atas usia 35 tahun memiliki kualitas telur yang kurang baik.

  1. Minuman berkafein

Kafein yang terkandung di dalam kopi, the atau bahkan minuman lainnya bisa berdampak buruk terhadap perkembangan juga pertumbuhan janin yang ada di dalam kandungan.

Ibu hamil yang mengkonsumsi kafein secara berlebihan bisa meningkatkan resiko mengalami keguguran serta mendapatkan persalinan secara premature. Maka dari itu, sangat tidak di anjurkan ibu hamil untuk mengkonsumsi kafein, terutama di awal kehamilan.

  1. Interval kehamilan yang pendek

Apakah Anda hamil sebelum 18 bulan melahirkan anak terakhir? Maka kondisi seperti ini akan meningkatkan resiko Anda mendapatkan kelahiran bayi premature. Maka dari itu, Anda lebih di sarankan untuk menunggu minimal dua tahun untuk kembali mendapatkan kehamilan.

Related Posts

Share This