5 Penyebab Terjadinya Gumoh Pada Bayi

Gumoh pada bayi biasanya di alami oleh sebagian besar bayi dan bersifat normal. Tidak sedikit orangtua yang merasa cemas dan khawatir ketika mereka melihat si kecil gumoh ketika selesai diberikan ASI (air susu ibu) atau setelah di berikan susu formula. Namun sebaiknya, ketika gumoh pada bayi, bunda jangan khawatir, karena hal ini merupakan satu hal yang wajar terjadi dan dialami oleh setuiap bayi.

Gumoh pada bayi biasanya terjadi pada anak yang masuh berusia 12-16 minggu. Dan seiring dengan usia si kecil yang semakin bertambah, maka gumoh pada bayi akan terus berkurang dan akan berhenti sampai usia si kecil menginjak 12 bulan.  Berdasaerkan hasil dari penelitian yang telah di lakukan oleh para ahli, bahwa hampir 50% bayi pernah mengalami gumoh atau di sebut dengan refluks asam yang terjadi dalam tiga bulan pertama setelah mereka di lahirkan ke dunia ini. Refluks asam adalah satu kondisi di mana isi cairan yang ada di dalam lambung di muntahkan kembali oleh si kecil ke dalam esophagus, yang menyebabkan bayi gumoh terus.

gumoh pada bayi

Lantas, apa penyebab gumoh pada bayi? Ingin tahu jawabannya, yuk simak ulasannya berikut ini, terkait penyebab gumoh pada bayi, yaitu sebagai berikut:

  1. Volume lambung bayi masih kecil

Si saat yang bersamaan, biasanya susu yang di berikan kepada si kecil melebihi kapasitas lambung yang ada di dalam tubuh mereka. Di tambah lagi ketika si kecil lebih senang menggeliat, yang memang bisa membuat tekanan di dalam perut menjadi lebih meningkat. Dan hal inilah yang menyebabkan si kecil mengalami gumoh. Untuk mengatasi gumoh pada bayi ini, alangkah lebih baik jika bunda memberikan ASI kepada si kecil dengan cara sedikit demi sedikit namun dalam frekuensi yang sering.

  1. Klep penutup lambung belum sempurna

Susu yang diberikan kepada si kecil akan masuk melalui mulut yang kemudian masuk kedalam saluran pencernaan atas, dan setelah itu disalurkan kembali ke dalam lambung. Di antara kedua organ tubuh tersebut, terdapat klep yang menutupi lambung yang ada di dalam tubuh atau perut si kecil, akan tetapi klep tersebut biasanya belum bisa berfungsi dengan sempurna pada si kecil. Oleh karena itu, jiika setelah di berikan susu si kecil langsung di tidurkan, dan kemudian si kecil menggeliat, maka si kecil akan mengalami gumoh.

  1. Menangis berlebihan

Biasanya si kecil akan minum susu yang disertai dengan tangisan. Dan yangisan inilah yang bisa menyebabkan udara ikut tertelan dengan susu secara berlebihan. Bukan hanya itu, tangisan pada si kecil juga bisa membuat susu yang di konsumsi atau yang di telan menjadi tidak sempurna.

  1. Gangguan refluks gastroesofageal

Bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan biasanya akan jauh lebih sering mengalami gumoh. Dan ketika usia mereka menginjak 6 bulan – 2 tahun, maka gumoh yang terjadi pada si kecil akan berkurang dengan sendirinya, dan akan mulai membaik ketika usia si kecil memasuki usia 5-7 tahun. Namun, mual serta muntah bisa saja muncul ketika si kecil tengah berlari, menangis atau bahkan batuk dan beberapa hal lainnya pada anak yang sudah berusia lebih dari 7 tahun.

  1. Gangguan mengunyah dan menelan

Pada beberapa anak yang memang tida suka untuk mengkonsumsi nasi dan mereka hanya mengkonsumsi susu saja, maka mereka lebih berpotensi mengalami muntah. Namun, muntah yang terjadi ketika si kecil tengah makan disebabkan oleh adanya gangguan terhadap perkembangan kemampuan mereka dalam mengunyah serta menelan.

Itulah beberapa penyebab terjadinya gumoh pada bayi. Dan sebaiknya, bunda jangan keburu khawatir ataupun cemas ketika melihat si kecil muntah atau gumoh setelah ia diberikan susu, karena hal ini merupakan suatu hal yang wajar terjadi pada si kecil.

Related Posts

Share This