4 Faktor Penyebab Keguguran Yang Penting Untuk Dipahami

Sebaiknya, Anda bisa mengetahui dan memahami apa saja faktor penyebab keguguran yang memang kerap terjadi pada ibu hamil yang memasuki trimester pertama masa kehamilan. Resiko terjadinya keguguran yang dialami oleh wanita atau ibu hamil untuk saat ini mencapai angka 21%, dan angka tersebut akan semakin mengecil ketika usia kehamilan telah memasuki trimester kedua juga trimester ketiga.

faktor penyebab keguguran

Dan sayangnya, tidak ada seorangpun yang bisa dan mampu mencegah terjadinya keguguran pada masa kehamilan, dan hal ini akan kerap terjadi karena kondisi tubuh yang menolak secara alami kehamilan yang memang tengah Anda jalani. Dan salah satu yang bisa Anda tempuh guna memperkecil terjadinya proses keguguran yaitu dengan mengetahui serta memahami beberapa faktor serta penyebab keguguran kandungan, sehingga Anda bisa menghindari penyebab keguguran tersebut sejak dini.

Lantas, apa penyebab keguguran itu? Nah, agar Anda bisa mengetahui jawabannya, di bawah ini ada beberapa faktor penyebab keguguran yang wajib Anda ketahui juga pahami, guna mengurangi resiko terjadinya keguguran, yaitu sebagai berikut:

  1. Gaya & Pola Hidup Yang Buruk

Selama masa kehamilan, Anda harus benar-benar memperhatikan asupan gizi yang memang masuk ke dalam tubuh Anda. Mengapa? Karena asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh Anda akan terbgi menjadi dua dengan janin yang ada di dalam kandungan. Dan ketika janin yang ada di dalam kandungan tidak mendapatkan gizi yang mereka butuhkan, maka perkembangan janin yang terganggu dan tidak bisa berkembang dengan baik, sehingga bisa membuat bayi lahir dalam keadaan yang tidak normal atau bahkan kemungkinan lainnya janin atau bayi akan mati ketika masih berada di dalam kandungan. Oleh karena itu, ketika Anda menjalankan masa kehamilan, maka Anda harus benar-benar memperhatikan asupan gizi Anda dengan baik guna pertumbuhan janini yang ada di dalam akndungan Anda.

  1. Rhesus Negatif Yang Dimiliki Oleh Ibu

Rhesus adalah antigen (protein) yang memang terdapat di dalam permukaan eristrosit atau sel darah merah. Rhesus ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu rhesus positif yang memang memiliki kandungan antigen terhadap eristrositnya, dan rhesus negative yang jelas-jelas tidak memiliki antigen terhadap eristrositnya.

Baca juga : Penyebab Keguguran Di Awal Kehamilan

Ingat! Setiap pasangan pastinya memiliki rhesus yang sama, atau bahkan ada yang memiliki rhesus yang berbeda. Jika Anda memiliki jenis rhesus yang negative, namun pasangan Anda memiliki rhesus yang positif, maka kemungkinan besar janin yang ada di dalam kandungan akan memiliki rhesus yang positif. Namun jika Anda memiliki jenis rhesus yang positif, maka tubuh Anda akan membentuk suatu antibody yang memang bisa menghancurkan eristrosit pada janin. Dan hal inilah yang memungkinkan terjadinya resiko keguguran pada kehamilan.

  1. Embrio Yang Cacat & Pembuahan Yang Tidak Sempurna

Embrio dalam keadaan cacat serta adanya penggabungan sel telur dengan sperma yang tidaklah sempurna bisa menyebabkan embrio tidak berkembang dengan sempurna.

  1. Faktor Orang Tua

Wanita yang mengalami kehamilan ketika usianya lebih dari 30 tahun akan memiliki resiko yang besar mengalami keguguran jika di bandingkan dengan wanita yang mengalami kehamilan ketika usia mereka masih di bawah 30 tahun, minimalnya usia 21 tahun. Dan resiko tersebut akan terus meningkat ketika wanita tersebut mengandung di usia lebih dari 35 tahun. Bukan hanya meningkatkan resiko terjadinya keguguran, namun janin yang nantinya akan di lahirkan kemungkinan besar akan mengalami kelainan kromoson.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517