3 Penyebab Air Ketuban Keruh yang Wajib Bunda Ketahui

Hai bunda, bahasan kita kali ini yaitu mengenai penyebab air ketuban keruh. Semoga dengan artikel yang kami posting kali ini bisa membantu bunda dalam memperluas wawasan mengenai dunia kehamilan.

Penting untuk bunda ketahui, bahwa di dalam kandungan janin atau bayi memiliki perlindungan untuk tumbuh kembangnya melalui cairan. Dan cairan yang memiliki fungsi untuk bantalan juga melindungi janin dari trauma yang banyak disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal dan melindungi janin dari infeksi secara internal ini di sebut dengan air ketuban. Air ketuban ini sangat memiliki peranan yang baik dalam proses perkembangan janin yang ada di dalam kandungan bunda, terutama dalam memberikan kesetabilan suhu serta pergerakan yang bebas di dalam kandungan. Di dalam kurun waktu proses kehamilan, perubahan terjadi bukan hanya dari fisik bunda, namun ada beberapa faktor lainnya seperti komposisi air ketuban yang mengalami perubahan sesuai dengan usia bayi atau janin yang ada di dalam kandungan. Nah, setau kita, air ketuban memiliki warna yang bening, bukan? Lantas, apa penyebab air ketuban keruh?

penyebab air ketuban keruh

Air ketuban menjadi salah satu poin terpenting dalam proses kehamilan, sama halnya ketika bunda mulai memasuki waktu persalinan. Ketika proses persalinan, air ketuban yang abnormal akan berdampak buruk terhadap kesehatan janin yang ada di dalam kandungan. Dan salah satu kasus yang sering terjadi yaitu adanya air ketuban keruh, dan hal ini bisa mengakibatkan gangguan pada saat persalinan berlangsung. Air ketuban akan berubah menjadi keruh itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya yaitu terjadinya infeksi selama kehamilan, proses kehamilan yang melebihi waktu persalinan, juga terjadinya gangguan pada janin yang ada di dalam kandungan.

Dan inilah ada beberapa penyebab ketuban keruh yang harus bunda ketahui juga perhatikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Infeksi

Infeksi yang terjadi ketika kehamilan bisa diakibatkan karena air ketuban yang pecah, dan itu disebabkan oleh infeksi sehingga harus segera dilakukan proses persalinan. Namun jika hal tersebut tidak di tindaklanjuti, maka akan mengakibatkan gangguan pada bayi yang ada di dalam kandungan.

  1. Kehamilan yang melebihi 42 minggu

Ketika masa kehamilan melebihi waktu persalinan, yang seharusnya terjadi di minggu ke037 sampai minggu ke-42, maka plasenta akan lebih tua serta tidak akan berfungsi seperti mestinya, dan hal ini akan menyebabkan kurangnya pasokan oksigen pada bayi yang ada di dalam kandungan. Dan hal ini akan meningkatkan resiko ketuban pecah dini, serta akan terjadi infeksi pada bayi. Bukan hanya itu, hal ini juga dapat mengakibatkan air ketuban menjadi berubah warna hijau keruh.

  1. Gangguan pada janin

Selain itu, penyebab dari bahaya air ketuban yang keruh yaitu adanya gangguan pada janin yang ada di dalam kandungan. Dan salah satu kasus yang kerap terjadi yaitu kurangnya pasokan oksigen dari ibu yang dikarenakan adanya gangguan kesehatan seperti asam, atau bahkan terjadinya gangguan dari pergerakan bayi yang terlalu aktif, dan itu akan mengakibatkan tali pusar menjadi melilit, sehingga mengakibatkan bayi stress.

Agar bumil tidak mengalami hal seperti di atas, maka sebaiknya bumil melakukan pencegahan sebelum semuanya terlambat, yaitu dengan cara mengkonsumsi air kelapa muda. Mengapa air kelapa muda? Karena air kelapa muda memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh yaitu elektrolit, yang mampu membersihkan rahim, terutama dalam menjaga kestabilan air ketuban .

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517